FESTIVAL KUE BULAN

Suatu masa, sepuluh matahari terbit membakar Bumi. Hou Yi, seorang pria pemanah ulung bersama istrinya yang bernama Chang’e bertugas untuk membinasakan petaka itu. Hou Yi membidik anak panahnya. Dia berhasil menjatuhkan sembilan matahari. Matahari pun tersisa satu untuk menerangi Bumi.

Hou Yi berhasil menghalau petaka itu. Seorang suci menghadiahkannya sebotol obat keabadian. Namun, Hou Yi tidak ingin hidup abadi tanpa ditemani istrinya, Chang’e. Dia memberikan kepada istrinya sebotol obat kabadian tersebut untuk disimpan.
Namun, seseorang memaksa Chang’e untuk menyerahkan botol tersebut. Karena menjaga amanat suaminya, Chang’e pun menenggak sebotol obat keabadian itu. Perempuan itu pun terbang menuju kayangan. Kemudian dia memilih bulan sebagai tempat tinggalnya, sembari menanti harap dapat hidup bersama suaminya. 

Mengetahui kejadian ini Hou Yi bersedih, perempuan yang dicintainya telah meninggalkannya menuju kayangan. Tetangga mereka pun bersimpati dengan kejadian tersebut dan mengenangnya dengan makan kue bulan bersama. Di negeri asalnya, perayaan ini lebih populer dengan istilah Zhong Qiu Jie atau Festival Musim Gugur. 

Itulah asal usul singkat dari Festival Kue Bulan. Karena begitu menarik dan uniknya kegiatan ini, para siswa SMP-SMA-SMK 1 dan 2 mengadakan kegiatan serupa dan ditambah acara pelepasan lampion sebagai harapan yang ingin diraih oleh para siswa. 
Para siswa menerbangkan lampion harapan di Lapangan Basket Sekolah Nasional Nusaputera

Para siswa menuliskan harapannya di lampion. Semoga harapan mereka dapat melambung tinggi ke angkasa


Terima kasih untuk para siswa yang sudah ikut Festival Kue Bulan

FESTIVAL KUE BULAN FESTIVAL KUE BULAN Reviewed by Info Sekolah on 09:57 Rating: 5

ads

ads