FESTIVAL KUE BULAN

  • Menerbangkan Lampion Harapan
Menyalakan api untuk menerbangkan lampion



Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid Autumn Festival, Mandarin – 中秋节, baca Zhong Qiu Jie), atau di Indonesia dikenal juga dengan sebutan Festival Kue Bulan merupakan perayaan hari sukacita keluarga yang dilambangkan dengan kehadiran bulan purnama penuh. Biasanya pada masa ini adalah moment untuk berkumpul bersama keluarga. Festival Zhong Qiu Jie jatuh pada tanggal 15 bulan ke-8 berdasarkan perhitungan kalender lunar China (Imlek).
Mengenai asal usul Festival Pertengahan Musim Gugur ini yaitu tentang legenga seorang pemanah bernama Hou Yi (后羿). Konon zaman dahulu di atas langit ada 10 matahari, hal ini tentu saja membuat bumi menjadi kering, rakyat hidup menderita. Hou Yi lalu pergi memanah 9 buah matahari sehingga tersisa hanya 1 buah matahari. Semenjak itu Hou Yi dikenal sebagai pahlawan dan kemudian menjadi Raja di China. Suatu hari Hou Yi pergi ke pegunungan KunLun dan bertemu dengan Ratu Xi Wang Mu (西王母) yang memberikannya obat mujarab yang bisa membuatnya naik ke langit dan menjadi dewa. Hou Yi menyerahkan obat tersebut pada istrinya, Chang’E (嫦娥). Peng Meng, seorang pegawai istana yang tamat mengetahui akan hal ini lalu berencana untuk mencuri ramuan tersebut. Suatu hari saat Hou Yi tidak berada di istana, Peng Meng (彭蒙) menyusup ke kamar Chang’E dan memaksa Chang untuk menyerahkan obat tersebut. Sadar bahwa dirinya tidak mampu melawan Peng Meng, Chang’E lalu mengambil obat tersebut dan memakannya sambil melarikan diri.
Tiba-tiba ia merasakan tubuhnya menjadi ringan dan mulai terbang ke atas. Selagi mengkhawatirkan suaminya, ia mendapatkan dirinya mendarat di bulan, benda langit terdekat dengan bumi. Saat Hou Yi pulang, ia sangat sedih setelah mengetahui apa yang telah terjadi. Ia kemudian membangun sebuah altar di kebun milik Chang’E untuk mengenang sang istri. Di sana ia meletakkan makanan kesukaan Change dan buah-buahan segar sebagai persembahan kepada sang istri di bulan.
Bapak Harryman menuliskan harapan untuk Nusaputera


Tepat pada 26 September 2015, 20 siswa Sekolah Nasional Nusaputera merayakan festival kue bulan ini. Diadakan pada malam hari di lapangan basket Jalan Karanganyar No. 574 Semarang, kegiatan dimulai dengan presentasi tentang festival Kue Bulan oleh Laoshi Lukas. Dilanjutkan games yang menambah kebersamaan di antara peserta. Setelah itu para peserta menerbangkan sebuah lampion yang berisi harapan-harapan mereka. Harapan itu dituliskan pada kertas lampion, dan peserta yang dikelompokkan ini menerbangkan lampion itu secara serentak. Makna dari lampion harapan ini, agar harapan serta cita-cita mereka dapat melambung tinggi dan tentu tercapai. Pada festival kue bulan ini, hadir juga Ketua Badan Eksekutif Nusaputera yaitu Bapak Harryman. Hadir bersama sang istri, Bp. Harryman juga ikut menerbangkan harapan di lampion tersebut. Harapan yang ditulis olehnya berkaitan dengan cita-cita Sekolah Nasional Nusaputera agar terus menjadi yang terdepan dalam memberikan pendidikan berkualitas. Kegiatan ini diakhiri dengan menikmati kue bulan bersama yang sudah disiapkan oleh panitia
FESTIVAL KUE BULAN FESTIVAL KUE BULAN Reviewed by Info Sekolah on 02:31 Rating: 5

ads

ads