KENALI BAKAT ANAK DARI USIA DINI

Penampilan siswa/i TK di Pasar Imlek Semawis 2015

Bakat atau potensi merupakan investasi berharga bagi diri seseorang. Bakat merupakan berlian yang menjadi keunggulan setiap pribadi untuk melakukan segala pekerjaan atau aktivitasnya. Bakat seseorang dapat ditemukan bahkan digali dari usia dini, tetapi perlu pengawasan dari orang tua agar potensi anak dapat terasah dengan baik. Banyak orang tua yang terlalu memaksakan bakat atau potensi anaknya, contohnya orang tua ingin anaknya pandai berhitung tetapi si anak tidak ingin karena ia ingin lebih mendalami bidang musik. Bakat atau potensi menurut Prof. Dr.Howard Gardner mengemukakan ada 9 kecerdasan atau bakat yaitu Inteligensi linguistik (kemampuan berbahasa), Inteligensi matematis-logis (kemampuan berhitung), Inteligensi ruang (menggambar), Inteligensi kinestetic-badani (kemampuan gerak tubuh), Inteligensi musikal (kemampuan bermusik), Inteligensi interpersonal (berinteraksi dengan sesama), Inteligensi intrapersonal (berinteraksi dengan diri sendiri), Inteligensi lingkungan / naturalis (mencintai lingkungan hidup), Inteligensi eksistensial (kemampuan menganalisis sesuatu). Setiap manusia memiliki semua kecerdasan tersebut, tetapi hanya beberapa kemampuan saja yang menonjol. Bagaimana cara orang tua agar dapat menemukan bahkan menggali bakat atau potensi anak dari usia dini? Menurut Agnes Nugraheni sebagai Kepala Sekolah TK Nusaputera yang sudah berpengalaman mendidik anak-anak usia dini, mengatakan bahwa ada beberapa tips & trick yang dapat dilakukan orang tua untuk menggali bakat anak yaitu: 1. Mengamati bakat anak Inilah yang wajib dilakukan orang tua yaitu melakukan pengamatan atau observasi kepada kemampuan anak. Lakukan juga mencatat kemampuan atau bakat yang terlihat menonjol dari anak. “biasanya bakat orang tua akan terlihat di anak. Orang tua yang pandai bermusik, anaknya akan juga pandai bermusik. Maka dari itu, observasi bakat pada anak menjadi cerminan diri dari orang tua” tambah Agnes. 2. Memberi Perhatian Setelah melakukan observasi, berilah perhatian pada anak. Memberi perhatian bukan berarti mengatur anak, bukan juga memaksakan bakat yang tidak inginkan anak, tetapi lebih mendengarkan apa yang disukai anak. melalui proses mendengarkan dan memberi perhatian ini, anak menjadi lebih percaya diri untuk mengembangkan potensinya secara mandiri tetapi dalam pengawasan orang tua. “Usahakan orang tua tidak memaksa kehendak si anak. Bakat karena paksaan akan membuat si anak tertekan dan minder” jelas Agnes. 3. Latih bakat anak di tempat yang tepat Melatih bakat anak memang dibutuhkan fasilitas yang lebih. Anak yang berbakat di bidang olahraga, pasti didukung oleh perlengkapan olahraga yang sesuai. Mereka yang berbakat di bidang musik, juga dibutuhkan alat musik agar lebih mendalami ilmu dalam bidangnya tersebut. Tidak hanya sekedar membelikan atribut atau perlengkapan yang sesuai bakat anak, tetapi dibutuhkan juga tempat kursus atau pelatih yang dapat mengasah bakatnya. Mengasah bakat juga tidak harus di tempat kursus yang membutuhkan kocek besar, tetapi di lingkungan rumah bahkan sekolah, ini juga menjadi tempat yang tepat untuk memberikan ilmu yang luas. “KB-TK Nusaputera juga memberi kesempatan kepada anak untuk mengolah bakat secara mandiri. Dari bahasa Mandarin, Inggris, Indonesia, Jawa, menyanyi dan modern dance” tambah Agnes. 4. Melibatkan anak dalam lomba atau pertandingan Cara keempat ini bukan sebuah kewajiban, jangan memaksakan anak jika ia tidak siap dalam mengikuti lomba atau pertandingan. Jika orang tua ngotot ingin melihat bakat anak dilombakan, si anak dapat diberikan pengertian dan motivasi bahwa pentingnya lomba atau pertandingan untuk melatih rasa percaya diri dang mengasah bakatnya. “Lomba dan pertandingan itu penting sebagai ajang eksistensi anak didalam perjuangannya mengembangkan bakat. Memang sangat disayangkan jika anak belum siap, tapi lebih baik memberi sebuah pengertian daripada memaksa anak untuk berlomba” jelas Agnes Hal yang patut diingat dalam mengenal dan mengasah bakat anak di usia dini adalah tidak ada hal yang instan dalam mengasah bakat. Dibutuhkan proses yang panjang didalam mengembangkan potensi, bahkan jangan sampai berpuas diri dengan bakat yang ada sekarang ini. Terus memompa semangat, bakat, dan mental anak agar mereka terus percaya diri dan menjadi pribadi terbaik.

KENALI BAKAT ANAK DARI USIA DINI KENALI BAKAT ANAK DARI USIA DINI Reviewed by Info Sekolah on 22:34 Rating: 5

ads

ads