Kampus 1 : Jl. Karanganyar No. 574 Semarang, Telp. 024-3542444 Fax. 024-3565315
Kampus 2 : Jl. Medoho III No. 1 Semarang, Telp/Fax. 024-6747557, 6747012
eMail : sekolah@nusaputera.org

Monday, 24 August 2015

KATA-KATA YANG TIDAK BOLEH DIUCAPKAN PADA ANAK

Anak merupakan titipan dari Tuhan yang harus kita jaga dan kita rawat dengan baik. Untuk membesarkan si buah hati atau anak setiap orang memiliki cara tersendiri. Ketika seseorang dapat membesarkan buah hati dengan sendiri itu menjadi sesuatu yang sangat senang bagi orang tua, karena mereka bisa melihat perkembangan anak dari kecil hingga dewasa. Namun ketika membesarkan buah hati ada kata-kata yang tidak sepantasnya kita ucapkan pada buah hati kita.




''Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!''

Ketika kamu kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. ''Jika kamu terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.'' 


''Kamu Itu...''

Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, ''Anak saya memang pemalu'', maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka. Seumur hidup.


''Jangan Nangis''

Atau, kata-kata serupa seperti, ''Jangan cengeng'' atau ''Nangis melulu''. Padahal, untuk anak-anak yang belum dapat mengekspresikan emosi lewat kata-kata, mereka hanya dapat menyalurkannya dengan cara menangis. Adalah wajar, bila anak-anak merasa sedih atau ketakutan. ''Sebenarnya, wajar saja bila ortu ingin melindungi anak mereka dari perasaan-perasaan itu. Tapi, dengan mengatakan ''jangan'' tidak berarti anak-anak akan lebih baik. ''Ini juga akan memberikan kesan bahwa emosi mereka tidak benar, bahwa tidak baik untuk merasa takut atau sedih,'' ujar Debbie Glasser, direktur Family Support Services.
Lebih baik, katakan pada anak bahwa kamu memahami perasaan sedih yang dia alami. ''Ibu paham kamu takut dengan ombak. Ibu janji tidak akan melepaskan tanganmu lagi, Nak...''


''Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?''

''Lihat tuh, Doni rapi banget mengancing bajunya. Kok kamu tidak bisa?''
Para pakar menilai wajar orang tua membandingkan anak-anaknya. Ini akan menjadi referensi terhadap perkembangan anak-anak. Namun, tolong, jangan katakan ini di depan anak-anak. Ini karena tiap anak adalah individu yang berbeda. Mereka punya kepribadian tersendiri. Membandingkan anak dengan orang lain berarti kamu menginginkan anak kamu menjadi orang yang berbeda.

Monday, 17 August 2015

SEMANGAT BEKERJA UNTUK INDONESIA LEBIH BAIK


  • Upacara Bendera dilaksanakan di Karanganyar dan Medoho
Usia 70 tahun menjadi sesuatu yang istimewa, dikarenakan dalam usia ini harapan besar untuk perubahan yang lebih baik bagi Republik Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari semangat bangsa ini dalam memeriahkan usia ke-70 tahun, melalui lomba-lomba dan juga upacara bendera. Upacara bendera Sekolah Nasional Nusaputera dilaksanakan pada 2 tempat yaitu di Jalan Karanganyar No. 574 (Kampus I --> KB-TK, SD, SMP, SMA, dan SMK 1 TKJ) dan di Jalan Medoho III No 2 (Kampus 2 --> SMK Nusaputera 2 Farmasi & Farin serta Akademi Farmasi), semua berjalan tenang dan khidmat. SMK 1 TKJ berkontribusi besar dalam pasukan pengibar bendera, pemimpin dan pembina serta paduan suara lagu kebangsaan. SD Nusaputera juga ikut berkontribusi menjadi pengiring musik dalam bentuk marching band untuk lagu Indonesia raya.

Upacara bendera memperingati HUT RI ke-70
Drs. Ariawan Sudagijono sebagai Pembina Upacara bendera 17 Agustus dan juga Kepala SMK Nusaputera 1 TKJ dalam amanatnya, mengingatkan kita semua untuk selalu bekerja keras dan menghargai sesama kita. Bagi dunia pendidikan, kerja keras untuk perubahan Indonesia yang lebih baik sangatlah penting. Tetapi kerja keras tanpa diikuti karakter luhur seperti menghargai, menjadi sesuatu yang hambar. Maka dari itu, tema "Ayo Kerja" pada usia 70 tahun ini bukan berarti bekerja terus untuk kepentingan diri sendiri, tetapi bekerja keras bersama dengan yang lain untuk tujuan memajukan Republik Indonesia ke arah yang lebih baik.

Pasukan Pengibar Bendera dari siswa/i SMK Nusaputera 1 Teknik Komputer & Jaringan


Alunan musik lagu kebangsaan dari Marching Band SD

Paduan suara lagu kebangsaan "17 Agustus" dan "Sorak-sorai bergembira" oleh tim SMK Nusaputera 1 Teknik Komputer & Jaringan

Thursday, 13 August 2015

SERUNYA LOMBA HUT RI KE-70 NUSAPUTERA


  • Adakan lomba di KB-TK sampai SMK Nusaputera 2
Mengadakan banyak lomba sepertiny menjadi kewajiban masyarakat untuk memeriahkan Hari kemerdekaan Republik Indonesia. Seperti di Sekolah Nasional Nusaputera yang mengadakan banyak lomba selain untuk memeriahkan HUT RI, mempererat hubungan antar siswa bahkan kepada antar guru. Kegiatan lomba dimulai Rabu, 12 Agustus 2015 di jenjang SD, dengan mengadakan lomba futsal. Kamis, 13 Agustus 2015 SMP mengadakan lomba menyanyi, baca puisi, dan menghias kelas. Sedangkan SMA, menyajikan lomba fashion show, lomba ambil koin, tarik tambang dan stand up comedy para guru.
SD dengan lomba futsalnya

Senyum manis Nikta, Siswi SMP yang membacakan puisi hasil karyanya

Suara emas dari Mega Johana, di lomba menyanyi SMP

Tarik tambang SMA


Pada hari kedua yaitu Jumat, 14 Agustus 2015, SMP mengadakan lomba balap karung dan juga futsal sarung serta TK mengadakan balap kelereng, pindah bendera dan pindah bola
Lomba ambil bola

Lomba bawa kelereng

Lomba memasukkan bendera
. Sabtu, 15 Agustus 2015 giliran SMK Nusaputera 1 TKJ dan SMK Nusaputera 2 Farmasi dan Farin yang mengadakan lomba-lomba menarik.
Fashion Show SMA

Lomba mengambil koin

 
Design by Wa2n